Audio Meditasi SHD

Audio SHD – Meditasi Accept Forgive (Menerima Memaafkan)

Play Audio:

 

Transkrip:

Saudara dan Saudari yang saya kasihi,

Ada saatnya kita mesti duduk diam memasuki keheningan, melampaui segala kekacauan pikiran yang membawa pada penderitaan. Duduklah sejenak, rasakan apa yang nyata ada pada saat ini. Sadari bahwa pada saat ini kita masih bisa bernapas, masih ada anugerah kehidupan yang bisa kita terima dan nikmati. Rasakan itu, saat udara masuk ke dalam hidung lalu mengalir membawa segenap anugerah Tuhan pada semua sel yang ada di tubuh kita. Sejatinya saat ini, di sini, kita sedang dalam rengkuhan kasih murni Tuhan Yang Maha Pengasih. Sekali lagi, rasakan itu, nikmati itu, sadari itu. Hingga detik ini kita masih dikasihi dengan kasih yang murni dan tanpa syarat. Rasakan, nikmati napas kita. Lalu ucapkan dengan penuh kesadaran:

Aku berterima kasih atas segenap anugerah yang aku terima pada hari ini. Udara yang bisa masih bisa kuhirup, angin yang menerpa kulitku, semua anugerah yang nyata pada saat ini termasuk yang paling jelas bahwa aku masih hidup hingga pada detik ini. Selanjutnya mari sama-sama pada posisi kita duduk/berbaring yang semakin rileks, kita masuk pada sesi penerimaan diri. Ikuti apa yang saya katakan:

Aku menerima diriku apa adanya dengan segala hitam dan putihnya, dengan segala gelap dan terangnya, aku terima semuanya. Bahkan ketika aku ada dalam kekeliruan akupun menerimanya karena dalam semua itu aku belajar dan semakin disempurnakan jiwanya. Aku juga menerima saat ada penderitaan yang tak terperi (tak tertahankan) datang ada dalam kehidupanku karena sesungguhnya adalah momentum bagi jiwaku untuk bertumbuh. Sesungguhnya aku memetik buah perbuatanku sendiri yang itu adalah proses belajar bagiku untuk menjadi makin matang jiwanya, makin berkesadaran, dan makin bisa menata langkah ke depan. Aku terima semuanya, aku maafkan diriku sepenuhnya. Aku juga menerima orang-orang yang ada disekelilingku, apapun yang mereka lakukan, bagaimanapun kondosi mereka, sejatinya mereka tengah mengajariku tentang kehidupan. Segala ketidaksenangan, segala ketidaknyamanan, sejatinya adalah wahana bagiku untuk bertumbuh dan berkembang. Aku mengasihi mereka semua apa adanya. Aku memeluk jiwa mereka.

Berbahagialah, berdamailah, semua menjadi bahagia dengan menerima diri, menerima orang-orang di sekitar kita apa adanya.

Selanjutnya, masuklah dalam momen memaafkan. Katakan dalam batin seperti apa yang saya ucapkan:

Aku memaafkan semua orang yang pernah menyakitiku. Aku menerima semuanya, aku memaklumi semuanya. Terima kasih jiwkau telah dimatangkan. Kini aku pancarkan energi kasihku. Berbahagialah dalam naungan kasih murni yang tanpa syarat dari Tuhan Yang Maha Pengasih, yang kasihnya tanpa batas.

Berbahagialah semua jiwa, yang bisa menyadari anugerah yang nyata pada saat ini dan menerima segala sesuatu apa adanya, dan berkenan memaafkan dengan kesadaran bahwa siapapun yang pernah menganiaya diri kita sejatinya telah memberikan kita kesempatan untuk semakin mematangkan jiwa.

Terima kasih. Rahayu, damailah semua jiwa.

–SHD–

Share:
×

Rahayu!

Klik salah satu tim kami dan sampaikan pesan Anda

× Hi, Kami siap membantu Anda