Audio Meditasi SHD

Audio SHD03 – Meditasi Penyadaran Diri

Play Audio:

 

Transkrip:

Saudara dan Saudari yang saya kasihi,

Selanjutnya saya mengajak Anda untuk melakukan meditasi guna menyadari realitas/kenyataan diri kita yang seutuhnya. Silahkan Anda dalam keadaan apapun, rilekslah. Boleh Anda duduk, boleh bersila, boleh juga berbaring. Arahkan perhatian/penalaran ke dalam diri – mulai dari dimensi diri yang paling luar. Sadari bahwa Anda memiliki satu tubuh. Anda memiliki tubuh yang tersusun dari miliaran sel yang semula hanya berupa satu sel pada gatra sebuah zigot, hasil pertemuan antara sel sperma dan sel telur. Lewat kekuatan kreatif/mahadaya penciptaan yang tak kasat mata, zigot itu bertumbuh dan berkembang sehingga jadilah seorang bayi yang bertumbuh dan berkembang menjadi diri Anda seperti pada saat ini. Demikianlah pada dimensi yang paling luar dari diri kita, kita menemukan keberadaan tubuh kita yang tersusun dari sekian banyak sel membentuk tulang, darah, daging, kulit, juga organ-organ dalam segala bentuknya yang berbeda-beda tetapi saling terhubung, saling terkoordinasi sebagai sebuah kesatuan yang indah. Sadari tubuh Anda sepenuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Selanjutnya, sadari bahwa walaupun Anda memiliki tubuh, sejatinya Anda bukanlah tubuh itu sendiri. Anda semua adalah keberadaan yang mengisi tubuh ini. Kita semua sedang berada di dalam tubuh ini tetapi sejatinya kita bukanlah tubuh ini. Kita adalah sang jiwa. Sejatinya kita adalah jiwa yang telah hidup sebelum tubuh ini ada, dan akan tetap hidup walaupun kelak tubuh ini kembali terurai ke asalnya. Kita sebagai sang jiwa telah mengarungi kehidupan yang panjang dan kini terlahir kembali ke Bumi untuk menyempurnakan perjalanan kehidupan kita. Tubuh ini adalah kendaraan agar kita bisa belajar di planet Bumi.

Selanjutnya Saudara dan Saudari yang saya kasihi,

Sadarilah bahwa lewat setiap tarikan dan hembusan napas, Anda semua mendapatkan daya hidup dari segenap unsur semesta. Unsur api, air, tanah, udara; itulah yang setiap saat kita dapatkan sehingga tubuh ini bisa hidup. Itulah yang sesungguhnya membentuk nyawa, yang mengikat antara tubuh dan jiwa. Nyawa sejatinya adalah energi biolistrik yang membuat jiwa bisa bertahan di dalam tubuh.

Selanjutnya sadari bahwa sejatinya di dalam jiwa juga ada sang esensi. Itulah yang disebut dengan Sukma Sejati/Sang Guru Sejati/Sang Roh Kudus, yang sejatinya merupakan pengejawantahan dari sang sumber kehidupan. Jiwa kita dihidupi oleh sang Sukma Sejati. Sadarilah keberadaannya, maka kita bisa mengerti hirarki diri secara utuh. Diri ini tersusun dari tubuh, nyawa, jiwa, dan sukma sejati. Maka sejatinya Anda adalah realitas ilahi yang sedang terbungkuskan raga untuk mengalami petualangan yang mengasikkan di planet Bumi. Sadarilah sepenuhnya diri Anda yang istimewa.

Terima kasih. Rahayu Sagung Dumadi.

(tetap hening meditatif, perhatian tetap ke pusat hati, sampai secukupnya sesuai dengan kebutuhan kita)

–SHD–

Share:
×

Rahayu!

Klik salah satu tim kami dan sampaikan pesan Anda

× Hi, Kami siap membantu Anda