Audio Meditasi SHD

Audio SHD15 – Suwung

Play Audio:

 

Transkrip:

Saudara dan Saudari yang saya kasihi,

Pada sesi kali ini, saya hendak memandu Anda semua untuk memasuki keheningan yang terdalam. Mengalami satu realitas dimana kita menyatu, melebur seutuhnya dengan Sumber Keberadaan.

(memulai meditasi)

Silahkan mulai dengan memberi perhatian pada aliran napas. Rasakan setiap tarikan dan hembusan napas. Beri perhatian yang semakin dalam, rasakan keterhubungan dengan Sang Sumber Kehidupan. Ohmmmmm… 3x.

(didengungkan panjang saat membuang nafas, secara sadar, rasakan getarannya di pusat hati).

Selanjutnya, arahkan perhatian ke pusat hati. Ke titik kemunculan rasa kasih yang paling murni dari dalam diri kita. Jadikan titik itu sebagai pintu gerbang untuk menyingkap realitas diri dan memasuki keheningan yang semakin penuh. Bawa penglihatan batin kita untuk menyaksikan segenap realitas yang tersingkap saat kita menyelam ketitik tersebut. Rasakan getaran paling lembut yang muncul dari titik itu. Terus menyelam, semakin dalam dan semakin dalam. Apapun yang Anda lihat, terimalah. Entah itu berupa pendaran-pendaran cahaya atau gambaran-gambaran apapun yang melambangkan kondisi Anda. Hutan yang rimbun, padang rumput yang luas, samudra yang bening, atau mata air yang dalam – rasakan semuanya, perhatikan semuanya dengan seksama – tetapi Anda terus berjalan.

Siapapun yang terus masuk ke dalam dirinya, pada muaranya pasti bisa terhubung dengan Sang Guru Sejati/Sang Dewa Ruci yang bertahta di dalam diri. Bagi sebagian orang, Sang Dewa Ruci menunjukkan keberadaannya sebagai sosok mirip dengan kita tetapi dalam gatra yang berbeda. Ia menjadi diri kita dalam rupa siluet cahaya yang gilang gemilang.

Jika Anda sudah bertemu/masuk ke dalam realitas ini, jangan berhenti, masuklah terus ke dalam. Masukilah/tembusilah Sang Dewa Ruci ini. Siapapun juga yang melakukannya, niscaya akan merasakan kemenyatuan dengan jagad raya. Jiwanya akan lepas bebas tidak lagi terkungkung oleh raganya. Kita akan ada bersama dengan bintang-bintang, bersama matahari, bersama planet – di jagad raya yang agung. Rasakan kemenyatuan itu. Sadari sepenuhnya anugerah yang sedang Anda dapatkan. Namun teruslah berjalan, makin dalam dan makin dalam. Siapapun yang terus berjalan menembus semua realitas itu, niscaya bertemu dengan sumber segala yang ada. Cahaya yang gilang gemilang meliputi segala yang ada, lalu kita masuk dalam kegelapan total. Kita ada dalam kegelapan total tanpa ada rasa sesak, tanpa ada duka, yang ada hanya rasa damai dan kesukacitaan. Rasakan apa yang terjadi.

Jika Anda merasakan tubuhpun kemudian menjadi sirna, terimalah itu. Karena itu adalah tanda kemeleburan diri dengan Sang Sumber Keberadaan. Namun kesadaran kita tidak akan pernah sirna. Kita hanya bergerak atau menuju kepada kesadaran yang semakin murni. Saat kita tiada, secara ragawi, sejatinya kita tetap ada. Kita ada bersama dengan Sang Sumber Keberadaan dalam realitasnya sebagai kekosong absolut yang meliputi segala yang ada. Itulah Suwung. Itulah kemenyatuan yang absolut.

Terima kasih kita ucapkan atas semua anugrah yang kita terima.

Rahayu, Rahayu, Rahayu Sagung Dumadi.

(tetap hening meditatif, perhatian tetap ke pusat hati, sampai secukupnya sesuai dengan kebutuhan kita)

–SHD–

Share:
×

Rahayu!

Klik salah satu tim kami dan sampaikan pesan Anda

× Hi, Kami siap membantu Anda