Audio Meditasi SHD

Audio SHD20 – Pemberkatan Arwah

Play Audio:

 

Transkrip:

Saudara dan Saudari yang saya kasihi,

Berikutnya saya mengajak Anda untuk menyelami kenyataan tentang jiwa-jiwa yang telah lepas dari tubuh. Ada banyak kemungkinan yang terjadi saat kematian terjadi. Saat jiwa harus melepaskan diri dari tubuh maka apa yang dialami sesuai dengan tingkat kesadaran dan tingkat kejernihan energinya. Mereka yang berkesadaran tinggi, mereka yang energinya jernih, maka jiwanya akan gilang gemilang, akan kembali pada tataran cahaya yang paling murni dan bisa mencapai dimensi keberadaan yang paling tinggi. Inilah sejatinya fenomena yang disebut Bali Sangkan Paraning Dumadi atau kembali kepada asal muasal kejadian dan keberadaan.

Jiwa-jiwa yang berkesadaran tapi belum mencapai level yang paling sempurna, jiwanya bisa menempati dimensi-dimensi kadewatan yang berada dibawah dimensi kemurnian tadi. Dia bisa hidup di dimensi tersebut sesuai dengan capaian yang dibangun pada kehidupan sebelumnya. Tetapi ada juga jiwa yang mau tidak mau karena kesadarannya belum utuh, ia kembali ke Bumi menjalankan sebuah proses Tumimbal Lahir atau reinkarnasi. Ada juga jiwa yang kesadarannya jauh lebih rendah lagi, dia ada di dimensi yang tidak jauh dari Bumi, dia (atau mereka) yang kita kenal sebagai arwah gentayangan. Jiwa-jiwa yang belum berkesadaran, yang masih belum sadar bahwa jiwanya lepas dari tubuhnya, yang masih memendam marah, dendam, masih terjebak hasrat-hasrat badani, atau dia yang sakit hati karena peristiwa tragis seperti pembunuhan – bisa menjadi arwah-arwah gentayangan.

Nah, saya akan memandu Anda bagaimana bisa menyempurnakan arwah-arwah/jiwa-jiwa yang seperti ini. Baik yang masih punya hubungan genetik dengan kita, seperti orang tua, kakek nenek, maupun mereka yang tidak punya hubungan genetik dengan kita tapi merupakan jatah kita untuk membantu mereka. Dalam kaitannya dengan leluhur, tindakan seperti ini bagi leluhur yang masih tertahan, masih ada di dimensi bawah, apa yang kita lakukan ini akan membuat dia naik ke dimensi lebih tinggi atau juga segera masuk alam penantian untuk bertumimbal lahir. Tetapi bagi leluhur kita yang sudah mencapai dimensi yang semakin tinggi tentu saja tetap berguna karena energi yang kita sampaikan akan juga mengantarkan dia ke dimensi yang lebih tinggi lagi.

Baik, ini kita lakukan tetap bermula dari masuk ke dalam diri.

(memulai meditasi)

Arahkan perhatian ke pusat hati terhubunglah dengan Sang Diri Sejati.

Ohmmmmm… 3x

(didengungkan panjang saat membuang nafas, secara sadar, rasakan getarannya di pusat hati).

Selanjutnya dekatkan telapak tangan kiri di dada, telapak tangan arahkan ke depan. Niatkan memancarkan energi kasih sembari menyabdakan: Sempurnalah semua jiwa. Teruslah berjalan menuju alam cahaya dalam naungan kasih yang paling murni. Semua jiwa yang tertahan biarlah terus berjalan sehingga bisa melanjutkan pembelajaran menuju kesempurnaan jiwa. Jiwa-jiwa yang sudah mencapai tataran yang cukup tinggi, biarlah dengan energi kasih ini terus naik menuju dimensi yang semakin tinggi. Semua jiwa berbahagia. Semua jiwa menemukan kedamaian.

Ohmmmmm… 3x

(didengungkan panjang saat membuang nafas, secara sadar, rasakan getarannya di pusat hati).

Kita haturkan terima kasih atas anugrah yang kita terima.

Rahayu, Rahayu, Rahayu Sagung Dumadi.

(tetap hening meditatif, perhatian tetap ke pusat hati, sampai secukupnya sesuai dengan kebutuhan kita)

–SHD–

Share:
×

Rahayu!

Klik salah satu tim kami dan sampaikan pesan Anda

× Hi, Kami siap membantu Anda