Buku

Sangkan Paraning Dumadi

Rp123,000

SOLD OUT

Category:
Share:

Penulis:
Setyo Hajar Dewantoro

Penerbit:
Mahadaya Institute bekerjasama dengan Penerbit Baca Media Ilmu

Jumlah halaman: 425 halaman.

Bali marang sangkan paraning dumadi, merupakan puncak ajaran dalam tradisi spiritual Jawa. Terminologi ini sepadan dengan “Moksha” dan “Nibanna”. Ini tentang jiwa yang kembali menjadi sebagaimana sumber atau permulaan kejadiannya, sebagai keberadaan tanpa batas yang melampaui ruang dan waktu. Tema ini diangkat dalam buku ini sebagai kelanjutan dari apa yang telah diungkap di buku-buku sebelumnya: Medseba Meditasi Nusantara Kuna, Suwung Ajaran Rahasia Leluhur Jawa dan Sastrajendra Ilmu Kesempurnaan Jiwa.

Issue pertama yang dibahas di dalam buku ini adalah tentang jagad raya yang tanpa tepian dalam perspektif ruang, dan tanpa permulaan dalam perspektif waktu. Jagad raya tak dimengerti sebagai Universe yang merupakan kumpulan dari 2 trilyun galaksi sebagaimana diungkap para saintis, tetapi sebagai keberadaan yang menghimpun Universe-universe yang jumlahnya justru tak diketahui.

Selanjutnya, buku ini membahas secara terperinci tentang jiwa: asal usul jiwa, missi jiwa, perjalanan jiwa, relasi jiwa dan tubuh, yang memandu setiap orang untuk mengerti realitas dirinya secara utuh. Itu dilanjutkan dengan pembahasan tentang laku spiritual yang membawa setiap pribadi pada pencapaian pencerahan paripurna. Hal yang menarik, pembahasan dibagian ini sangat tidak konvensional: misteri tentang 12 Untai DNA, transformasi tubuh dari carbon base body menuju silicon base body hingga menjadi light body dan spirit body, disingkapkan dengan sangat gamblang.

Di bagian pamungkas buku ini, dibahas juga tentang issue-issue yang sering membuat para pejalan spiritual keliru mengerti: indikator kemajuan laku spiritual, arti sesungguhnya dari melampaui ego dan dualitas, kemelekatan, penilaian dan penghakiman, termasuk tentang issue kebangkitan Nusantara.

Bisa dikatakan, ini adalah buku spiritual science versi Nusantara yang sangat komprehensif, mewarisi tradisi spiritual yang sebenarnya telah berkembang sejak era Harjuna Sasrabahu yang memimpin Kraton Maospati sekitar 1 jutan silam, dengan Mandala Utamanya: Candi Sukuh di lereng Gunung Lawu.

Additional information

Weight 1 kg